![]() |
| Geureudong berdekatan dengan Burni Telong. |
Gunung Geureudong, Aceh, bakal
dieksplor karena mengandung potensi panas bumi. PT
Chevron Indonesia akan survei geologi, geofisika dan geokimia berdasarkan
penugasan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam.
“Di
Geureudong katanya ada potensi geothermal. Kita dapat penugasan dari ESDM untuk
survei demi memenuhi energi listrik nasional. Surat tertanggal 5 April 2013,”
terang Manager Policy, Goverment and Public Affair PT Chevron Geothermal Indonesia,
Ida Bagus, saat media visit di PLTP Drajat, Garut, Jawa Barat, Selasa, 20 Mei lalu.
Sebagaimana dilansir serambinews.com yang metrotvnews/merdeka.com, 21 Mei 2014, survei itu dilakukan
oleh PT Jasa Daya Chevron, anak perusahaan PT Chevron Indonesia, di
wilayah kerja penambangan seluas 108.500 hektare di tiga kabupaten: Aceh
Tengah, Bener Meriah dan Aceh Utara. Sebagian di wilayah hutan produksi,
sebagian lain di lahan masyarakat.
Chevron
memperkirakan potensi panas bumi di Gunung Geureudong mencapai sebesar 110 Mega
Watt. Studi berlangsung empat bulan, meliputi proses pengumpulan data keadaan
tanah, permukaan bumi dan dalam bumi. Juga ada citra satelit untuk memetakan
potensi wilayah kerja penambangan.
Saat ini
Chevron sedang mensosialisasikan rencana survei kepada ketiga pemerintah
daerah. Ditargetkan rampung dalam dua bulan.
“Setelah
sosialisasi dan studi rampung kita tinggal tunggu perintah dari pemerintah
untuk dilelang,” kata Ida.
Survey
geologi, geofisika dan geokimia merupakan tahapan awal sebelum memulai proses
eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Survei untuk mengetahui titik potensi
panas bumi yang bisa dimanfaatkan.
Pihak
Chevron juga sudah melakukan riset panas bumi di Kabupaten Bener Meriah dan
Aceh Tengah. Riset tersebut telah diserahkan pada pemerintah.
“Bagusnya
kawasan tersebut bukan hutan lindung, jadi agak mudah,” ujarnya.
Ida Bagus
mengatakan, selama ini, hambatan terbesar dalam pengembangan panas bumi karena
selalu berada di kawasan hutan lindung di mana dilindungi UU Kehutanan.
Hm, kasian ya bumi Aceh.
Kasian lagi masyarakatnya kalau nanti hasil buminya tak membantu perekonomian
mereka.[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar